MUSYAWARAH NASIONAL

PERSATUAN PERAWAT NASIONAL INDONESIA (PPNI) KE-IX

7-10 MEI 2015
Hotel Horizon Ultima Palembang

i.underlineppni1

Hari pertama kegiatan Munas diisi dengan kegiatan seminar nasional dengan tema implikasi Undang-Undang Keperawatan terhadap Kehidupan Profesi yang secara berturut turut disampaikan oleh Prof Achir Yani, DNSc yang membawakan materi Pemahaman Komprehensif Undang-Undang Keperawatan No.38 Tahun 2014, Harif Fadilah, SKp, M.H. dengan materi Kewenangan Praktek Keperawatan sesuai Undang-Undang Keperawatan serta Dra. Junaiti Sahar, PhD, dengan materi Sistem Pendidikan Keperawatan dalam koridor Undang Undang Kolegium Keperawatan.

ppni2Seminar kemudian dilanjutkan dengan pararel perkembangan Praktek Keperawatan Terkini berturut turut adalah Keperawatan Kardiovaskuler (INKAVIN), Onkologi (HIMPONI), Renal (HIPENI), Anak (IPANI), Gawat Darurat dan Bencana (HIPGABI), Kritis (HIPERCCI), Maternitas (IPEMI), Luka (In-IETNA), Jiwa (IPKJI), Komunitas (IPKKI), Medikal Bedah (HIPMEBI) dan terakhir adalah Keperawatan Perioperatif (HIPKABI). Pada malam harinya acara dilanjutkan dengan Welcome Party, dengan ucapan selamat datang dari Ketua Pengurus Provinsi PPNI Sumatera Selatan dan sambutan Ketua Umum PPNI, Dewi Irawati, PhD dilanjutkan dengan ramah tamah sampai dengan seluruh peserta utusan dan peninjau MUNAS PPNI.

ppni3Hari kedua adalah pembukaan Musyawarah Nasional ke-9 yang diawali dengan parade delegasi tiap-tiap provinsi, kemudian dilanjutkan dengan lagu Indonesia Raya dan mars PPNI. Sambutan-sambutan disampaikan oleh Ketua Umum PPNI dan Gubernur Sumatera Selatan yang sebelumnya diawali oleh laporan ketua panitia. Acara selanjutnya  ialah pemberian penghargaan kepada pihak yang berjasa dalam bidang keperawatan serta kepada the best PPNI Propinsi yang kali ini jatuh pada PPNI Propinsi Jawa Tengah.  Kemudian, dilanjutkan dengan  penjelasan umum tentang MUNAS dan sidang pleno tata tertib dan jadwal acara, serta pemilihan pimpinan MUNAS, banyak interupsi yang terjadi terkait sidang tata tertib MUNAS namun hal ini dapat diselesaikan dengan baik oleh ketua umum yang dalam kesempatan ini memimpin sidang tersebut. Pembekalan kepada peserta MUNAS diberikan oleh Kementrian Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaaan dengan materi peran pemerintah dalam pemberdayaan perawat mewujudkan kesejahteraan masyarakat dan Kementerian Kesehatan dengan materi Praktek Kolaboratif berdasarkan prinsip kolegialitas yang berkeadilan di Era Jaminan Kesehatan Nasional.

Acara hari ketiga difokuskan untuk rapat-rapat komisi yang diawali dengan pembentukan komisi, yang terdiri dari Komisi A membahas tentang Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga PPNI, Komisi B membahas Garis Besar Program Kerja, komisi C membahas tentang Etika dan pelaksanaannya kemudian komisi D membahas tentang isu-isu terkini terkait dengan perkembangan keperawatan secara nasional maupun internasional. Acara puncak pada MUNAS ke-9 kali ini adalah pemilihan ketua umum PPNI periode 2015–2020 yang diawali dengan penjaringan calon ketua umum yang sesuai dengan tata tertib MUNAS calon ketua umum harus didukung oleh minimal 7 provinsi dengan mandat tiap provinsi diberikan oleh ketua PPNI Propinsi. Secara aklamasi, diputuskan Harif Fadilah sebagai ketua PPNI karena memperoleh 26 suara provinsi, sedangkan bakal calon yang lain, Edi Wuryanto ketua PPNI Jawa Tengah memperoleh 5 suara provinsi  dan Achir Yani memperoleh 2 suara provinsi. Acara terakhir adalah pelantikan ketua terpilih Harif Fadilah, SKp, M.H sebagai ketua umum PPNI periode 2015 -2020.

Hari keempat setelah seluruh acara inti MUNAS berakhir dilanjutkan ramah tamah dan city tour yang mengajak peserta untuk menikmati kota Palembang antara lain Sport Centre Jaka Baring, Benteng Kuto Besak, dan tidak kalah menarik adalah Jembatan Ampera di kota Palembang.

Reporter: Tri Yuni Rahmanto

Asisten Pengelola Website Manajemen Rumah Sakit, Pusat Kebijakan dan Manajemen Kesehatan (PKMK FK UGM)