Pusat Kebijakan Manajemen Kesehatan (PKMK)
Fakultas Kedokteran UGM

Menyelenggarakan

SEMINAR

Strategi Menyusun HOSPITAL DISASTER PLAN (HDP)

 

Selasa, 12 November 2013
Ruang Senat KPTU FK UGM Lt. 2 Yogyakarta

i.underline

Kita tidak dapat menahan bencana yang dapat terjadi kapan dan di mana saja tanpa dapat diduga: di rumah atau di tempat bekerja apalagi dengan cakupan wilayah Indonesia yang sangat luas di ring of fire bumi dan di antara pelat Australia dan Asia menjadikan hampir seluruh wilayah Indonesia rawan bencana.

Belajar dari berbagai pengalaman bencana yang terjadi di Indonesia, secara otomatis rumahsakit akan menjadi pusat rujukan. Oleh karena itu dalam usaha meminimalkan resiko bencana, diharapkan rumahsakit mempunyai perencanaan dan prosedur untuk penanganan bencana dalam bentuk Hospital Disaster Plan. Dengan adanya perencanaan ini diharapkan rumahsakit dapat menangani korban secara lebih baik dalam situasi bencana. Pentingnya rencana penanggulangan bencana bagi rumahsakit didukung dengan Undang-undang RI no.44 tahun 2009 dan salah satu Pembahasan Akreditasi Rumahsakit tahun 2012, dimana kesiapan menghadapi bencana menjadi elemen penilaian standar Manajemen Fasilitas dan Keselamatan (MFK) 6.

Sayangnya hampir seluruh rumahsakit di Indonesia belum sepenuhnya dapat menangani korban bencana dengan cepat dan tepat. Hal ini terjadi karena fungsi, struktur, medical support, dan manajemen support yang kolap. Di samping itu, masing-masing rumahsakit memiliki cara penanganan korban yang beragam sehingga belum memiliki keseragaman dalam penanganan maupun kesiapannya.

Beberapa tahun terakhir ini PKMK bekerja sama dengan Pusat Penanggulangan Krisis (PPK) Kementerian Kesehatan dan WHO dalam melakukan In House Training HDP di beberapa rumahsakit. Mengingat prosedur Penanggulangan Bencana (Disaster Plan, DP) adalah serangkaian prosedur yang sudah disiapkan sebelumnya maka sebuah Disaster Plan hanya akan dapat dijalankan bila sesuai dengan kapasitas dan kompetensi staf yang dilatih, di evaluasi, dan diperbaiki secara periodik. Oleh karena itu perlu pengembangan HDP dan pelatihan terus menerus.

Strategi pelatihan berbeda-beda. Disamping pendampingan tatap muka In House Training, pengembangan lainnya adalah menggunakan cara e-learning melalui website bencana kesehatan www.bencana-kesehatan.net. Diharapkan dengan pengembangan HDP bedasarkan e-learning ini akan meringankan biaya rumahsakit-rumahsakit dalam menyusun HDP secara mandiri. Dalam hal ini strategi pendanaan pelatihan yang bertumpu pada pendekatan e-learning menjadi hal penting untuk dibahas.

Perwakilan Dekanat FK UGM

Ketua Pokja Bencana FK UGM

Direktur BUK Rujukan Kementerian Kesehatan RI

Peran Kemenkes dalam regulasi Hospital Disaster Plan (BUK Rujukan Kemenkes), terkait Akreditasi RS.

pdf3Download Materi

Perhimpunan Rumah Sakit Indonesia (PERSI).

Stephani M Nainggolan

pdf3Kesiapan rumahsakit dalam penyusunan Hospital Disaster Plan

Direktur RSU Panembahan Senopati Bantul

dr. Gandung Bambang Hermanto

pdf3Download Materi

    Pengembangan modul HDP

Dr. Sulanto Saleh Danu, SpFK

pdf3Download Materi

Direktur RSU Panti Nugroho Yogyakarta

dr. Tendean Arif Wibowo

pdf3Download Materi